Masyarakat dan Hutan

Beberapa gambar yang kami terima menunjukkan kepedulian yang serius dan peningkatan kesadaran masyarakat akan peran dan masa depan hutan Indonesia, kesejahteraan masyarakat dan pengaruh global perubahan iklim. Kami percaya bahwa hasil dari lomba foto ini membawa pesan yang luar biasa, yang disampaikan melalui foto-foto yang dilombakan. Foto-foto pemenang dan pemenang harapan hasil pilihan secara online dan pilihan juri dapat dilihat di bawah ini. 

Pilihan Juri 

Pemenang I  -  Pilihan Juri

Mencari ikan di sungai

Fotografer: Bambang Dwi Wijayanto

Lokasi: Kabupaten Lebak, Banten (Jawa) - 2010

Sungai merupakan sumber kehidupan manusia, kehidupan biota di sungai sangat tergantung dengan kelestarian hutan di sekitarnya. Melestarikan hutan berarti menjaga ekosistem biota yang ada di sungai sehingga akan tetap bisa di nikmati oleh anak cucu kita. 

Pemenang II  -  Pilihan Juri

Modernisasi rimba

Fotografer: Arief Sunarya

Lokasi: Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi (Sumatera) - 2006

Seorang dewasa anggota suku asli yang tersisa di Indonesia, suku Kubu, bangga memamerkan pembeliannya terbaru: sepeda motor. Desa sekitarnya telah memperkenalkan produk-produk modern kedalam cara hidup tradisional masyarakat Kubu. Akibatnya banyak orang Kubu memperdagangkan tanah leluhurnya untuk sepeda motor, “sound system“ dan telepon selular. 

Pemenang III  -  Pilihan Juri

Terbakar hutanku

Fotografer: Arie Basuki

Lokasi: Jampang Kulon, Sukabumi Selatan (Jawa) - 2007

Seorang ibu sambil menggendong anaknya mengumpulkan kayu bakar di sekitar areal hutan yang terbakar di Jampang Kulon, Sukabumi Selatan. Kawasan hutan yang tersebar di Sukabumi Selatan saat ini mengalami kerusakan, selain aksi pembalakan kayu juga kebiasaan warga dengan membakar hutan untuk dijadikan areal ladang. 

Pemenang harapan I  -  Pilihan Juri

Saat orangutan menjadi hama

Fotografer: Feri Latief

Lokasi: Sungai Pinyuh, Kalimantan Barat (Borneo) - 2010 

Orangutan diikat ke tanah ditonton oleh penduduk desa di Sungai Pinyuh, di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut seorang warga, primata ini ditangkap dan dipukuli saat mereka datang ke desa untuk mencari makanan, yang mengakibatkan kematian salah satu orangutan. Hutan hujan tropis menutupi 60% dari Indonesia, namun negara ini adalah salah satu penghasil emisi gas rumah kaca dunia penyebab pemanasan global. Ini disebabkan oleh tingkat deforestasi yang tinggi. Deforestasi menghancurkan habitat alami dari primata dan memaksa mereka keluar dari hutan.

Pemenang harapan II  -  Pilihan Juri

Kehidupan Mentawai

Fotografer: Muhammad Fadli

Lokasi: Desa Rorogot, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat) - 2010

Bajak Soromut, seorang shaman Mentawai, melangkah keluar Uma-nya (rumah tradisional Mentawai) sebelum berburu di hutan sekitarnya. Mentawai adalah suku asli yang hidup jauh di dalam hutan subur Pulau Siberut. Mereka memiliki kepercayaan kuno bahwa segala sesuatu di alam semesta memiliki roh. Dengan demikian mereka tidak dapat bertindak ceroboh. 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Juri

Berangkat berladang di hutan

Fotografer: Bambang Dwi Wijayanto

Lokasi: Hutan Lindung Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur (Borneo) - 2010

Kegiatan masyarakat di lokasi Hutan Lindung Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, berladang. Dan setiap pagi mereka berangkat menyeberangi waduk atau bendung Manggar... untuk mulai berladang. 

 Masyarakat dan Hutan - Pilihan Online

Pemenang I  -  Pilihan Online

Warisan

Fotografer: Beni Okarda

Lokasi: Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm), Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (Lombok) - 2011
Pada perjalanan pulang dengan cucunya, setelah seharian penuh yang melelahkan di hutan, tempat di mana kehidupan mereka bergantung, dari generasi ke generasi. 

Pemenang II  -  Pilihan Online

 

Menyadapat getah pinus

Fotografer: Rozie Soehendy

Lokasi: Jayagiri Lembang, Bandung (Jawa Barat) - 2011 
Hutan pinus (Pinus merkusii) Jayagiri memberi manfaat sebagai pencaharian kepada masyarakat sekitar untuk menyadap getah pinus yang disalurkan ke koperasi Perhutani, tanpa mengganggu fungsi utama pohon-pohon tersebut sebagai “paru-paru” kawasan Bandung Utara.   

Pemenang III  -  Pilihan Online

 

Rumah di atas pohon

Fotografer: Amston Probel

Lokasi: Bukit Barisan Gunung Biru, Lampung Barat (Sumatera) - 2005
Rumah-rumah di atas pohon dihuni oleh masyarakat di daerah kawasan Bukit Barisan Gunung Biru Kec. Sowo, Kab. Lampung Barat. Beberapa tahun lalu mereka mengambil pohon yang akan dijadikan rumah. Mereka memilih tempat yang agak tinggi di atas bukit-bukit kecil untuk menghindari amukan gajah. Di ketinggian, diharapkan gajah akan kesulitan untuk menjangkau daerah dimana mereka mendirikan rumah. Di sana mereka hidup nyaman dan bisa tidur nyenyak.

Pemenang harapan I  -  Pilihan Online

Senyum bahagia pulang berladang

Fotografer: Teguh Wicaksono

LokasiSungai Ake Fidi, Kab. Halmahera Tengah (Maluku Utara) - 2010 

Sungai merupakan sumber kehidupan manusia, kehidupan biota di sungai sangat tergantung dengan kelestarian hutan di sekitarnya. Melestarikan hutan berarti menjaga ekosistem biota yang ada di sungai sehingga akan tetap bisa di nikmati oleh anak cucu kita. 

Pemenang harapan II  -  Pilihan Online

 

Menjaga gajah hutan

Fotografer: Komarudin

Lokasi: Areal Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung (Sumatera) - 2009

Seorang pawang gajah sedang memantau perkembangan gajah liar yang sudah ditangkap dan akan dijadikan gajah yang bisa beratraksi, di kawasan Pusat Konservasi Gajah Way Kambas terletak di wilayah Lampung Timur. 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Online

Tarzan cilik

Fotografer:  Mahdi Firmanda Saputra

Lokasi: Gunung Pancar, Bogor (Jawa Barat) - 2011

Hutan telah menjadi surga bagi sebagian penduduk di Indonesia. Dengan hutan kita dapat bernafas. Dengan hutan kita dapat memenuhi segala sumber kebutuhan kita. Dan dengan hutan pula kita dapat hidup, seperti dalam foto ini, dimana dua orang anak kecil yang sedang memanjat pohon yang tinggi untuk mengambil sesuatu di pucuknya. Hal ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa hutan menjadi lingkungan yang sangat berarti bagi mereka. So, selamatkan hutan kita!