Keanekaragaman Hayati

 Pemenang I - Pilihan Juri 

Bersembunyi dibalik batang pohon

Fotografer: Wawan Tarniwan

Lokasi: Gunung Sawal, Ciamis (Jawa Barat) - 2010 

Masyarakat lokal di Jawa Barat mengenal bunglon dengan nama londok leuweung atau londok hutan. Dalam bahasa Inggris hewan yang kulitnya berwarna warni ini disebut Chameleon Anglehead Lizard, sedangkan nama ilmiahnya adalah Gonocephalus chamaeleontinus. Reptil pemakan serangga tersebut merupakan salah satu hewan yang sempurna dalam berkamuflase

Pemenang II Pilihan Juri 

Kodok pohon merah

Fotografer: Ardi Andono

Lokasi: Air Terjun Cibeureum, Taman Nasional, Gunung Gede Pangrango (Jawa)  - 2009

Katak pohon merah atau katak pohon mutiara (Nyctixalus margaritifer atau Red Pearl Frog) merupakan jenis katak yang sangat langka, endemik Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Ditemukan pada tahun 2009, hewan ini memiliki ciri khusus. Seluruh tubuhnya dipenuhi bintik-bintik putih seperti diamond.



Pemenang III Pilihan Juri

Parental care in Celebes frog

Fotografer: M. Irfansyah Lubis

Lokasi:  Bontosiri, Sulawesi Selatan - 2007

Limnonectes modestus (Boulenger, 1882) adalah jenis katak yang unik karena memiliki strategi sebagai ‘orang tua’ dalam menjaga telur-telurnya dari serangan predator. Selama pengamatan di anak sungai Bontosiri, Sulawesi Selatan, hewan ini selalu bertelur di tempat yang sama. Sarang mereka biasanya terletak di atas daun atau batu dekat permukaan air.  Jumlah telur umumnya sekitar 30 sampai 60 per sarang.

Pemenang harapan I  -  Pilihan Juri

Satu hari di Taman Nasional Tanjung Puting

Fotografer: Peter Frank 

Lokasi: Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Borneo) - 2011

Pengalaman berharga selama mengunjungi Kalimantan, melihat rusaknya alam karena industri kelapa sawit dan menyaksikan orangutan di taman nasional. Tidak cukup hanya melakukan konservasi, tetapi mendidik masyarakat untuk menyadari bahwa dengan melestarikan alam akan memberi manfaat dalam jangka menengah dan jangka panjang.

 

Pemenang harapan II  -  Pilihan Juri

Hutan, rumah bagi kupu-kupu

Fotografer:  Tri Winarni

Lokasi: Kebun Raya, Bogor (Jawa Barat) - 2011

Kupu-kupu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan bertindak sebagai penyerbuk, sehingga tanaman dapat bereproduksi. Dalam setiap tahapan kehidupannya - dari telur, larva, ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu - hewan ini menjadi sumber makanan bagi serangga, burung, laba-laba, reptil, mamalia dan amfibi. Akibat kerentanannya terhadap perubahan ekologi, maka hutan yang sehat adalah rumah terbaik bagi kupu-kupu agar dapat berfungsi secara optimal.

  

Pemenang harapan II  -  Pilihan Juri

Menyantap Mangsa

Fotografer: Djamal Sharief

Lokasi: Desa Luboek, Aceh Besar, Propinsi Aceh (Sumatera) - 2011

Laba-Laba yang dalam bahasa Aceh disebut ramideun, seringkali ditemui di sekitar kita. Laba-Laba membuat sarang di antara pohon ke pohon untuk memudahkannya menjerat mangsa. 

Gelar Kehormatan

Sebagai bentuk penghargaan terhadap banyaknya foto-foto terpilih yang sangat baik, kami juga memilih enam gambar untuk diberikan "Gelar Kehormatan” (Honorable Mention). Karya foto ini, bersama dengan foto-foto pemenang kategori "Keanekaragaman Hayati", akan ditampilkan dalam Pameran Foto FORCLIME yang akan diselenggarakan di GoetheHaus Jakarta pada tanggal 18 April hingga 4 Mei 2012. Selama pameran, akan dimeriahkan kegiatan-kegiatan menarik lainnya.

Siluet “Kongkang kolam”

Fotografer: Asep Ayat 

Lokasi: Curug Nangka, Bogor (Jawa Barat) - 2011

Kongkang kolam adalah nama sejenis kodok dari suku Ranidae. Orang Sunda (Jawa Barat) menyebutnya bangkong kolé. Nama ilmiahnya ialah Rana chalconota Schlegel, 1837. Sedangkan dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut white-lipped frog atau copper-cheeked frog. Aktif terutama di malam hari, kodok ini sering didapati di sekitar kolam, selokan, saluran air atau sungai kecil. Jenis ini tersebar di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa dan Bali.


Menembus Riam

Fotografer: I Gusti Ngurah Pradnyana 

Lokasi: Taman Nasional Betung Kerihun

Kehidupan masyarakat Suku Dayak Taman yang tinggal di kawasan yang berbatasan dengan Taman Nasional Betung Kerihun. Untuk menuju kawasan taman nasional pengunjung harus melewati beberapa riam yang akan memacu adrenalin.

 

Kabut

Fotografer:  Andhy Priyo Sayogo

Lokasi: Kabupaten Ketapang,  Kalimantan Barat (Borneo) - 2011 
 
Suasana pagi hari di kawasan hutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

Mentari Pagi di Alas Purwo 

Fotografer:  Medha Baskara

Lokasi: Taman Nasional Alas Purwo,  Banyuwangi (Jawa Timur) - 2010 
 
Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur menyimpan sejuta pesona keindahan hutan Indonesia dengan beragam satwa liar yang dilindungi. Salah satu yang menakjubkan adalah pesona sinar mentari pagi di sela kanopi hutan yang menembus sampai area bawah tajuk. Hembusan angin membawa butiran air laut yang menciptakan suasana berkabut,  menguatkan permainan cahaya di dalam hutan Alas Purwo. 

Menua

Fotografer: Budi Jatmiko

Lokasi: Sukamantri, Bogor (Jawa Barat) - 2011
Yang muda menunggu yang tua, setia menanti, ditemani mentari. Meniti hingga masa silih berganti, begitulah alam menjalani hari. Satu-satu berguguran, tunas lainpun akan bersemi. Sebuah proses alami yang hakiki...  Regenerasi.


Rafflesia Arnoldii

Fotografer: Muhammad Fadli

Sebagai bentuk penghargaan terhadap banyaknya foto-foto terpilih yang sangat baik, kami juga memilih enam gambar untuk diberikan "Gelar Kehormatan” (Honorable Mention). Karya foto ini, bersama dengan foto-foto pemenang kategori "Keanekaragaman Hayati", akan ditampilkan dalam Pameran Foto FORCLIME yang akan diselenggarakan di GoetheHaus Jakarta pada tanggal 18 April hingga 4 Mei 2012. Selama pameran, akan dimeriahkan kegiatan-kegiatan menarik lainnya.

Siluet “Kongkang kolam”

Fotografer: Asep Ayat 

Lokasi: Curug Nangka, Bogor (Jawa Barat) - 2011

Kongkang kolam adalah nama sejenis kodok dari suku Ranidae. Orang Sunda (Jawa Barat) menyebutnya bangkong kolé. Nama ilmiahnya ialah Rana chalconota Schlegel, 1837. Sedangkan dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut white-lipped frog atau copper-cheeked frog. Aktif terutama di malam hari, kodok ini sering didapati di sekitar kolam, selokan, saluran air atau sungai kecil. Jenis ini tersebar di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa dan Bali.


Menembus Riam

Fotografer: I Gusti Ngurah Pradnyana 

Lokasi: Taman Nasional Betung Kerihun

Kehidupan masyarakat Suku Dayak Taman yang tinggal di kawasan yang berbatasan dengan Taman Nasional Betung Kerihun. Untuk menuju kawasan taman nasional pengunjung harus melewati beberapa riam yang akan memacu adrenalin.

 

Kabut

Fotografer:  Andhy Priyo Sayogo

Lokasi: Kabupaten Ketapang,  Kalimantan Barat (Borneo) - 2011 
 
Suasana pagi hari di kawasan hutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

Mentari Pagi di Alas Purwo 

Fotografer:  Medha Baskara

Lokasi: Taman Nasional Alas Purwo,  Banyuwangi (Jawa Timur) - 2010 
 
Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur menyimpan sejuta pesona keindahan hutan Indonesia dengan beragam satwa liar yang dilindungi. Salah satu yang menakjubkan adalah pesona sinar mentari pagi di sela kanopi hutan yang menembus sampai area bawah tajuk. Hembusan angin membawa butiran air laut yang menciptakan suasana berkabut,  menguatkan permainan cahaya di dalam hutan Alas Purwo. 

Menua

Fotografer: Budi Jatmiko

Lokasi: Sukamantri, Bogor (Jawa Barat) - 2011
Yang muda menunggu yang tua, setia menanti, ditemani mentari. Meniti hingga masa silih berganti, begitulah alam menjalani hari. Satu-satu berguguran, tunas lainpun akan bersemi. Sebuah proses alami yang hakiki...  Regenerasi.


Rafflesia Arnoldii

Fotografer: Muhammad Fadli

Masyarakat dan Hutan

Beberapa gambar yang kami terima menunjukkan kepedulian yang serius dan peningkatan kesadaran masyarakat akan peran dan masa depan hutan Indonesia, kesejahteraan masyarakat dan pengaruh global perubahan iklim. Kami percaya bahwa hasil dari lomba foto ini membawa pesan yang luar biasa, yang disampaikan melalui foto-foto yang dilombakan. Foto-foto pemenang dan pemenang harapan hasil pilihan secara online dan pilihan juri dapat dilihat di bawah ini. 

Pilihan Juri 

Pemenang I  -  Pilihan Juri

Mencari ikan di sungai

Fotografer: Bambang Dwi Wijayanto

Lokasi: Kabupaten Lebak, Banten (Jawa) - 2010

Sungai merupakan sumber kehidupan manusia, kehidupan biota di sungai sangat tergantung dengan kelestarian hutan di sekitarnya. Melestarikan hutan berarti menjaga ekosistem biota yang ada di sungai sehingga akan tetap bisa di nikmati oleh anak cucu kita. 

Pemenang II  -  Pilihan Juri

Modernisasi rimba

Fotografer: Arief Sunarya

Lokasi: Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi (Sumatera) - 2006

Seorang dewasa anggota suku asli yang tersisa di Indonesia, suku Kubu, bangga memamerkan pembeliannya terbaru: sepeda motor. Desa sekitarnya telah memperkenalkan produk-produk modern kedalam cara hidup tradisional masyarakat Kubu. Akibatnya banyak orang Kubu memperdagangkan tanah leluhurnya untuk sepeda motor, “sound system“ dan telepon selular. 

Pemenang III  -  Pilihan Juri

Terbakar hutanku

Fotografer: Arie Basuki

Lokasi: Jampang Kulon, Sukabumi Selatan (Jawa) - 2007

Seorang ibu sambil menggendong anaknya mengumpulkan kayu bakar di sekitar areal hutan yang terbakar di Jampang Kulon, Sukabumi Selatan. Kawasan hutan yang tersebar di Sukabumi Selatan saat ini mengalami kerusakan, selain aksi pembalakan kayu juga kebiasaan warga dengan membakar hutan untuk dijadikan areal ladang. 

Pemenang harapan I  -  Pilihan Juri

Saat orangutan menjadi hama

Fotografer: Feri Latief

Lokasi: Sungai Pinyuh, Kalimantan Barat (Borneo) - 2010 

Orangutan diikat ke tanah ditonton oleh penduduk desa di Sungai Pinyuh, di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut seorang warga, primata ini ditangkap dan dipukuli saat mereka datang ke desa untuk mencari makanan, yang mengakibatkan kematian salah satu orangutan. Hutan hujan tropis menutupi 60% dari Indonesia, namun negara ini adalah salah satu penghasil emisi gas rumah kaca dunia penyebab pemanasan global. Ini disebabkan oleh tingkat deforestasi yang tinggi. Deforestasi menghancurkan habitat alami dari primata dan memaksa mereka keluar dari hutan.

Pemenang harapan II  -  Pilihan Juri

Kehidupan Mentawai

Fotografer: Muhammad Fadli

Lokasi: Desa Rorogot, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat) - 2010

Bajak Soromut, seorang shaman Mentawai, melangkah keluar Uma-nya (rumah tradisional Mentawai) sebelum berburu di hutan sekitarnya. Mentawai adalah suku asli yang hidup jauh di dalam hutan subur Pulau Siberut. Mereka memiliki kepercayaan kuno bahwa segala sesuatu di alam semesta memiliki roh. Dengan demikian mereka tidak dapat bertindak ceroboh. 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Juri

Berangkat berladang di hutan

Fotografer: Bambang Dwi Wijayanto

Lokasi: Hutan Lindung Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur (Borneo) - 2010

Kegiatan masyarakat di lokasi Hutan Lindung Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, berladang. Dan setiap pagi mereka berangkat menyeberangi waduk atau bendung Manggar... untuk mulai berladang. 

 Masyarakat dan Hutan - Pilihan Online

Pemenang I  -  Pilihan Online

Warisan

Fotografer: Beni Okarda

Lokasi: Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm), Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (Lombok) - 2011
Pada perjalanan pulang dengan cucunya, setelah seharian penuh yang melelahkan di hutan, tempat di mana kehidupan mereka bergantung, dari generasi ke generasi. 

Pemenang II  -  Pilihan Online

 

Menyadapat getah pinus

Fotografer: Rozie Soehendy

Lokasi: Jayagiri Lembang, Bandung (Jawa Barat) - 2011 
Hutan pinus (Pinus merkusii) Jayagiri memberi manfaat sebagai pencaharian kepada masyarakat sekitar untuk menyadap getah pinus yang disalurkan ke koperasi Perhutani, tanpa mengganggu fungsi utama pohon-pohon tersebut sebagai “paru-paru” kawasan Bandung Utara.   

Pemenang III  -  Pilihan Online

 

Rumah di atas pohon

Fotografer: Amston Probel

Lokasi: Bukit Barisan Gunung Biru, Lampung Barat (Sumatera) - 2005
Rumah-rumah di atas pohon dihuni oleh masyarakat di daerah kawasan Bukit Barisan Gunung Biru Kec. Sowo, Kab. Lampung Barat. Beberapa tahun lalu mereka mengambil pohon yang akan dijadikan rumah. Mereka memilih tempat yang agak tinggi di atas bukit-bukit kecil untuk menghindari amukan gajah. Di ketinggian, diharapkan gajah akan kesulitan untuk menjangkau daerah dimana mereka mendirikan rumah. Di sana mereka hidup nyaman dan bisa tidur nyenyak.

Pemenang harapan I  -  Pilihan Online

Senyum bahagia pulang berladang

Fotografer: Teguh Wicaksono

LokasiSungai Ake Fidi, Kab. Halmahera Tengah (Maluku Utara) - 2010 

Sungai merupakan sumber kehidupan manusia, kehidupan biota di sungai sangat tergantung dengan kelestarian hutan di sekitarnya. Melestarikan hutan berarti menjaga ekosistem biota yang ada di sungai sehingga akan tetap bisa di nikmati oleh anak cucu kita. 

Pemenang harapan II  -  Pilihan Online

 

Menjaga gajah hutan

Fotografer: Komarudin

Lokasi: Areal Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung (Sumatera) - 2009

Seorang pawang gajah sedang memantau perkembangan gajah liar yang sudah ditangkap dan akan dijadikan gajah yang bisa beratraksi, di kawasan Pusat Konservasi Gajah Way Kambas terletak di wilayah Lampung Timur. 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Online

Tarzan cilik

Fotografer:  Mahdi Firmanda Saputra

Lokasi: Gunung Pancar, Bogor (Jawa Barat) - 2011

Hutan telah menjadi surga bagi sebagian penduduk di Indonesia. Dengan hutan kita dapat bernafas. Dengan hutan kita dapat memenuhi segala sumber kebutuhan kita. Dan dengan hutan pula kita dapat hidup, seperti dalam foto ini, dimana dua orang anak kecil yang sedang memanjat pohon yang tinggi untuk mengambil sesuatu di pucuknya. Hal ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa hutan menjadi lingkungan yang sangat berarti bagi mereka. So, selamatkan hutan kita!

Sehari di Hutan

Foto-foto yang masuk menampilkan gambaran arti hutan secara menyeluruh bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Foto-foto menggambarkan tidak hanya keindahan alam, tetapi juga kerasnya kehidupan dan rutinitas kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan. Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada seluruh fotografer atas kontribusinya yang beragam dan penuh warna pada lomba foto ini. Panitia lomba foto mengucapkan selamat kepada para pemenang dan pemenang harapan dari kategori “Sehari di Hutan”. Pemenang dan pemenang harapan dari kategori “Sehari di Hutan” dapat dilihat di bawah ini.

 

Pilihan Juri

Pemenang I  -  Pilihan Juri

Akhirnya pohon tua itu pergi

Fotografer: Muhammad Yunus

Lokasi:

Desa Longat, Kec. Panyabungan Timur,
Kab. Mandailing Natal (Sumatera Utara) - 2010 

Pohon raksasa yang di keramatkan ini merupakan tempat bersembunyi habitat penghuni hutan, akhirnya roboh demi kepentingan pihak tertentu tanpa memikirkan nasib makhluk yang merupakan rumah berbagai spesies tertentu. “Akan kemanakah kami berlindung?”, ucap para penghuni pohon.     

 

Pemenang II  -  Pilihan Juri

Katak pohon

Fotografer: Boby Darmawan

Lokasi:

HPH PT. Roda Mas Timber Kalimantan, Kabupaten Kutai Barat,
Kalimantan Timur (Borneo)  -  2009 

Katak pohon jenis Rhacophorus nigropalmatus merupakan katak yang biasa hidup di hutan tropis. Sebaran jenis ini ada di Kalimantan dan Sumatera. Hilangnya hutan Indonesia dapat mempengaruhi populasi jenis ini dan jenis lain pada umumnya. 


Pemenang III  -  Pilihan Juri

 

Kabut pagi

Fotografer: Ismin Ikhwanur

Lokasi:

Atas jembatan Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya,
Kalimantan Tengah (Borneo) - 2011
 
Lokasi pengambilan foto di Jalan Trans Kalimantan, Kalimantan Tengah. Foto ini
diambil pagi hari dari atas jembatan dimana pagi itu berselimut kabut. Di pinggir sungai terlihat mulai adanya aktifitas masyarakat sekitar dimana kehidupan mereka tak pernah lepas dari yang namanya hutan.

 

Pemenang harapan I  -  Pilihan Juri

Saya tidak akan membiarkan negara saya tak berdaya

Fotografer: Moh. Fadli Rozi

Lokasi:

Taman Nasional Bromo,
Tengger, Semeru (Jawa Timur) - 2011

Kami telah kehilangan banyak hutan yang penting secara ekologis - sumber kayu, air dan bahkan oksigen. Terinspirasi oleh pernyataan Roosevelt bahwa sebuah negara tanpa pohon akan menghadapi masa depan tak berdaya, gambar yang menunjukkan bagaimana pohon di hutan secara ketat dikelilingi oleh uap air dan udara segar yang harus mengingatkan kita betapa pentingnya menyelamatkan hutan demi masa depan yang lebih baik.  

 

Pemenang harapan II  -  Pilihan Juri

Populasi bertambah

Fotografer: Sofyan Effendi

Lokasi:

Suaka Margasatwa Pulau Rambut,
Kepulauan Seribu, DKI Jakarta - 2009
 

Dua ekor anak burung Kowak Abu (Nycticorax nycticorax) adalah salah satu jenis burung yang terdapat di hutan mangrove di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Kepulauan Seribu. Pulau Rambut ini adalah salah satu pulau yang berisi hutan mangrove liar dan alami. Banyak jenis satwa yang dapat kita temui disini seperti ular cincin mas, sanca dan berbagai jenis burung liar. 

 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Juri

Anggrek di Arcopodo

Fotografer:  Eko Budiyono Kizhi

Lokasi:

Hutan Arcopodo,
Gunung Semeru (Jawa Timur) - 2011
 
Bunga anggrek tampak berwarna merah ungu, tumbuh menempel di batang pohon pinus yang lembab dan berlumut di kawasan dingin hutan Arcopodo, Gunung Semeru pada ketinggian sekitar 3000 mdpl. 

 

Sehari di Hutan - Pilihan Online

Pemenang I  -  Pilihan Online

Pamandangan pagi

Fotografer: Peter Frank

Lokasi:

Sentul City
(Jawa Barat) - 2011 

Awan dan kabut di antara pohon-pohon hanya tampak beberapa menit di pagi hari. Aku mengambil gambar hampir setiap kali aku punya waktu, namun aku lebih suka membidik olahragawan dan hewan yang sedang beraksi. 

 

Pemenang II -  Pilihan Online

Belajar di hutan

Fotografer:  Joshua Ratadhi M.

Lokasi:

Taman Nasional Kutai Sangkima,
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Borneo) - 2011
 
Seorang anak yang sedang belajar menulis mencoba menuliskan nama pohon yang tertulis di papan informasi. Jadi selain mengenal nama-nama pohon si anak kecil ini juga belajar membaca dan menulis. Belajar baca tulis dan mencintai hutan sejak dini. 

 

Pemenang III  -  Pilihan Online

Ironi benteng terakhir

Fotografer: Rully Permana

Lokasi:

Kabupaten Pasaman,
(Sumatera Barat) - 2011

Foto tersebut menceritakan bahwa ternyata selama ini pada kawasan konservasi yang kita sebut sebagai benteng terakhir pertahanan hutan negeri ini, juga tidak luput dari intimidasi atau tekanan dari pihak luar terhadap keutuhan kawasan yang diamanahkan kepada institusi kami (BKSDA Sumbar). Didalam foto tersebut terlihat seorang petugas Polisi Kehutanan yang menemukan tunggul kayu bekas tebangan yang ditinggalkan oleh pelaku. 

 

Pemenang harapan I  -  Pilihan Online

Luka

Fotografer: L. Andreas Sarwono

Lokasi:

Harapan Rainforest, Kabupaten Batanghari,
Jambi (Sumatera) - 2008
 
Saat menyusuri hutan eks-HPH di Kabupaten Batanghari, Jambi, bersama tim patroli hutan, saya menemukan sebatang pohon besar yang masih berdiri kokoh namun terdapat takik bekas tebangan. Pembalak tak jadi menumbangkannya karena terdapat lubang di bagian tengah sehingga mengurangi nilai jual. Pohon ini ditinggalkan begitu saja dengan ‘luka’ menganga. 

 

Pemenang harapan II  -  Pilihan Online

Ditengah hutan pinus

Fotografer: Drs. Ary Setyadi

Lokasi:

Taman Hutan Raya Bandung,
Dago, Bandung Utara (Jawa Barat) - 2009

Hutan pinus yang terjaga kelestariannya di Tahura Juanda Bandung adalah benteng konservasinya kota Bandung yang terletak di daerah Dago, Bandung Utara. Taman Hutan Raya Juanda dicanangkan sebagai World City Forest yang diharapkan dapat menjadi monumen yang akan mengingatkan pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup.

 

 

Pemenang harapan III  -  Pilihan Online 

Teduhkan hatiku

Fotografer: Winton Danardi

Lokasi:

Di pinggir jalan antara Kota Batu dan Kota Kediri (Jawa Timur) - 2009

Foto ini sedikit banyak mencoba untuk memperlihatkan bahwa salah satu fungsi pohon bagi kita, manusia, adalah sebagai peneduh dari paparan sinar matahari, walaupun itu adalah fungsi utama kesekian dari pohon itu sendiri. Hal tersebut dapat kita lihat dari bayangan di bagian tengah yang mengarah kepada pengamat. Selain dari unsur estetika, isu inilah yang ditonjolkan dalam foto ini, yang dimana juga sangat berpengaruh dengan bahasan yang sedang marak akhir-akhir ini, pemanasan global. 

Biodiversity

 1st winner - Jury selection

 

Hiding behind a trunk

Photographer: Wawan Tarniwan

Location: Mount Sawal, Ciamis (West Java) - 2010

Known as “bunglon” in Indonesia, the Chameleon Anglehead Lizard (Gonocephalus chamaeleontinus) is called “londok leuweung” or “londok hutan” by the people of West Java. This reptile feeds on insects and has the capability to perfectly blend in with its environment. 

2nd Winner - Jury selection

Red Tree Frog

Photographer: Ardi Andono

Location: Cibeureum Waterfall, Gunung Gede Pangrango National Park (Java) - 2009

The very rare, Red Tree Frog, or Pearl Tree Frog (Nyctixalus margaritifer) is endemic to Gunung Gede Pangrango National Park (TNGGP). Only discovered in 2009, the frog’s red body is covered with white dots that are reminiscent of diamonds or pearls.



3rd Winner - Jury Selection

Parental care in Celebes frog

Photographer: M. Irfansyah Lubis

Location: Bontosiri, South Sulawesi - 2007

Limnonectes Modestus (Boulenger, 1882) is a species of frog in the Ranidae family. Endemic to Indonesia, the frogs protect their eggs from predators. Observations in South Sulawesi on the Bontosiri stream show that this species always lays its eggs in the same place. Their nests are usually found on a leaf or rock close to the water surface with between 30 to 60 eggs in one nest.



1st Runner-up - Jury Selection

A Day in Tanjung Puting National Park

Photographer: Peter Frank

Location: Tanjung Puting National Park,  Central Kalimantan - 2011

Travelling in Borneo left a deep impact on me - not only because of the orangutans but also through seeing the destruction caused by the oil palm industry. Conserving nature isn’t enough, although developing awareness through education will hopefully help people understand the benefits of nature for the future.

 

2nd Runner-up Jury Selection

Butterfly

Photographer:  Tri Winarni

Location: Bogor Botanical Garden, Bogor (West Java) - 2011 

By functioning as pollinators, butterflies play a significant role in maintaining the ecological balance and ensuring the natural reproduction of some plants. In every stage of their development - either as eggs, larva, caterpillars, cocoons, or as fully formed butterflies, they are a source of food for many species. Because of their vulnerability to ecological changes, their presence is a sign of a healthy forest.


3rd Runner-up - Jury Selection

Feeding spider

Photographer: Djamal Sharief

Location: Luboek Village, Aceh Besar, Province of Aceh (Sumatra) - 2011

This spider is called “Ramideun” in Acehnese and can easily be found. The spider builds its web between trees to catch its prey.