anak-anak

Belajar Mencintai Alam

Pengalaman hidup di luar rumah ditemani suara serangga, burung atau binatang lainnya dapat menumbuhkan rasa natural anak. Memasak, mencuci dan tidur di luar akan membawa anak lebih mengenal alam tanpa diganggu oleh alat-alat elektronik. Berada di tempat tertinggi dari tempat kita berpijak akan memberikan pengaruh tersendiri pada jiwa anak. Anak akan menyadari bahwa ia adalah bagian dari alam, bahwa ia hanyalah sesosok makhluk yang kecil seperti makhluk-makhluk Allah yang lain. Dengan demikian anak akan menyadari kalau ia harus menjaga alam, sebab kalau alam telah di rusak, bukan hanya ia, tapi anak cucunya tidak akan bisa menikmati apa yang ia nikmati sekarang. Menanam pohon (Go Green) sebelum terjadi kegundulan hutan dan kerusakan alam misalnya adalah program yang harus digalakan di kalangan anak-anak sekolah. Tanggung jawab pemerintah dan instansi-instansi terkait seperti Departemen Kehutanan didukung Swasta harus terprogram dalam memberikan pendidikan tentang alam kepada anak-anak penerus bangsa ini.

Pose Anak Hutan

Keseharian menjelang petang yang dilakukan anak-anak di anak Sungai Meragun, Dusun Meragun, Kec. Nanga Taman Kab. Sekadau. sambil bergurau dan bermain mereka menyempatkan untuk bergosip ria sebelum mandi.

Tawa Anak-anak Betang

Anak-anak ini tertawa lebar saat saya memotret mereka. Ini adalah kali pertama mereka difoto di tempat tinggal mereka di Rumah Panjang Sumpak Layang, pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dusun ini dihuni oleh Suku Dayak Iban. Mereka sangat tergantung dengan keberadaan hutan dan hidup harmonis dengan alam. Anak-anak ini merupakan generasi penerima warisan hutan di daerah itu. Juga yang akan menjadi penjaga hutan menggantikan orang tua mereka. Tapi hutan kian menyusut oleh berbagai hal: Illegal logging, ekspansi perkebunan, kebakaran hutan. Kita tak tahu apakah jika mereka dewasa masih bisa menikmati hutan seperti nenek moyang mereka.   

Hutan Sumber Kecerianku

Nampak dua orang anak kecil sedang bermain lepas  di Danau Lais, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan tengah, Kawasan Danau Lais merupakan hutan yang masih terjaga dan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Anak -anak di kawasan tersebut sangat mencintai alamnya. Keseharian mereka selain menempuh pendidikan mereka membantu orang tuanya bekerja, mata pencaharian warga setempat bersumber dari hutan tanpa menganggu kelestarian hutan tersebut seperti mencari ikan secara tradisional, pekebunan karet, mengelola rotan hutan itulah sebabnya hutan masyarakat sekitar sangat menjaga hutan tersebut karena hutan merupakan sumber kehidupan dan sumber keceriaan utama bagi mereka.   

Sindikasikan konten