Bojonegoro

Belum tersentuh Reboisasi

Kawasan Hutan Jati di wilayah Bojonegoro pernah menghasilkan kayu-kayu jati berkwalitas terbaik didunia dimasa lalu. Sejak pembalakan liar yang masif pada tahun 2000, kawasan hutan di wilayah kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro belum juga di konservasi atau di reboisasi. Diperlukan konservasi, dan potensi alam ini harus segera dipulihkan.

Anak-Anak Penjaga Hutan

Setiap hari, anak-anak di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dan Jombang, Jawa Timur, cukup mudah dijumpai berada di tepi jalan. Kondisi hutan yang sejuk membuat mereka antusias bermain dan terkadang juga meminta belas kasihan para pengguna jalan. Mereka diantara anak-anak penjaga hutan di perbatasan.

Harmoni Masyarakat Tepi Hutan

Reboisasi hutan di wilayah Administrasi Bojonegoro, membuat warga di tepi hutan semakin tentram. Buktinya, jalanan yang mulai mulus tidak menggerus harmoni yang telah lama terjaga. Nampak, seorang nenek berjalan setelah menggembala kambing di sekitar hutan di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Walaupun berada di sekitar ladang migas, tetapi warga tetap menjalankan rutinitas sehari-hari di pinggiran hutan.

Sungai Purba di Hutan Gersang

Setelah ditemukan, Sungai Purba di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kondisi sampai sekarang ini masih lestari. Walaupun berada di tengah hutan yang kondisinya telah gundul akibat penebangan liar. Sebab, masyarakat di sekitar hutan yang termasuk wilayah Administrasi Bojonegoro tersebut bisa menjaganya dari perusak. Setiap hari, banyak warga yang mendatangi lokasi tersebut, untuk menikmati indahnya batu kapur yang telah mengeras, dengan cekungan khas masa lalu. Harus tetap dijaga Sungai Purba tersebut, begitu juga hutan disekelilingnya. 

Memanfaatkan Sisa Hasil Hutan

Warga sekitar Hutan Jati Bobolan, Kecamatan Bobolan, Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan sisa kayu jati (rengkek) untuk dijual.

Sindikasikan konten