burung

Birdwatching

Birdwatching, atau biasa dikenal dengan pengamatan burung, merupakan salah satu kegiatan outdoor yang dapat digunakan sebagai media pendidikan lingkungan. Dewasa ini, kegiatan pengamatan burung telah banyak dimanfaatkan sebagai daya tarik ekowisata. Selain mengenalkan kekayaan anekaragam hayati Indonesia, birdwatching sebagai kegiatan ekowisata telah memberikan manfaat finansial bagi masyarakat. Jika keanekaragaman hayati mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia, tidak ada alasan untuk tidak melindungi dan memanfaatkannya secara bijaksana.

POPULASI BERTAMBAH

POPULASI BERTAMBAH. Dua ekor anak burung burung kowak malam atau kowak abu Nycticorax nycticorax adalah salah atu jenis burung yang terdapat di hutan mangrove pulau Suaka Margasatwa pulau Rambut kep. Seribu. Pulau rambut ini adalah salah satu pulau yang berisi hutan mangrove liar dan alami. Banyak jenis satwa yang dapat kita temui disini seperti ular cincin mas, sanca, dan berbagai jenis burung liar.

Tempatku tak lagi di hutan

Macau Blue yang begitu indah, sudah mulai jarang ditemui di habitat aslinya.. Sekarang hanya merupakan bagian dari koleksi kebun binatang, Dan ini salah satu koleksi milik taman wisata the jungle - bogor.

Target Yang Dinanti

Sudah pernah lihat burung yang satu ini??? Mungkin untuk burung yang satu ini kurang terkenal karena jarang sekali terekspos. Burung ini adalah jenis Paruh Kodok Jawa / Javan Frogmouth (Batrachostomus javensis). Awalnya saya melihat jenis ini hanya dalam foto orang lain saja. Dari sinilah timbul rasa ingin tahu saya terhadap jenis yang satu ini dan ingin mendapatkan fotonya. Saya mendapatkan informasi dari teman saya bahwa burung ini cukup mudah ditemukan pada siang hari, karena dia beristirahat di siang hari. Sayapun mencoba untuk mencarinya di Hutan Wisata Alam Carita di siang hari. Ah, ternyata sulit sekali bagi saya untuk melihat jenis yang satu ini, belum lagi karena ukurannya yang tidak terlalu besar (25cm) dan warnanya yang coklat seperti warna batang pohon. Kemudian saya mencoba mencarinya di malam hari. Akhirnya saya dapat melihatnya, namun burung itu masih nampak sangat kecil karena jaraknya yang cukup jauh. Suatu saat saya dan keluarga berwisata ke Taman Safari Indonesia, dimana letaknya di kaki Gunung Gede Pangrango. Karena masih penasaran dengan si Paruh Kodok Jawa, saya dengan niat yang tinggi bangun jam 4 pagi untuk mencoba mencari jenis tersebut. Ditemani oleh ayah saya dengan membawa 2 buah senter dan sebuah speaker, saya mulai memasuki hutan yang sangat gelap dan dingin.

menunggu senja

hutan manggroof menjadi tempat tingal bangau.sewaktutsunami hutan manggroof di aceh hancut dan kini mulai tumbuh kembali

Sindikasikan konten