HUTAN BAKAU

Hutan Bakau Rusak

Warga dengan menggunakan perahu mencari ikan di kawasan hutan bakau (manggrove) yang rusak akibat bencana alam di Calang Kabupaten Aceh Jaya, provinsi Aceh. Data Depertemen Kehutanan Indonesia 2008, sekitar 70 persen dari 9,4 juta hektare luas mangrove di seluruh Indonesia mengalami kerusakkan akibat bencana alam dan banyaknya warga yang belum memahami pentingnya ekosistem.

Meniti Hutan Mangrove

Menikmati panorama keindahan  hutan mangrove di Tahura  Ngurah Rai Denpasar dapat dilaukan dengan berjalan santai meniti jembatan sepanjang 1,4 km menuju pantai. Keberadaan hutan mangrove  Tahura  Ngurah Rai disamping  sebagai Pusat Informasi Mangrove Bali  juga berfungsi sebagai paru-paru Kota Denpasar.  

Hutan Bakau Rusak

Dua warga mencari tiram di kawasan hutan bakau di Calang Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh. Berdasarkan data Depertemen Kehutanan Indonesia 2008, sekitar 70 persen dari 9,4 juta hektare luas mangrove (hutan bakau) di seluruh Indonesia rusak akibat masih banyaknya masyarakat yang belum memahami pentingnya ekosistem.

Benteng Hijau

Keberadaan hutan bakau menjadi penting sebagai ekosistem bagi tempat hidup satwa liar seperti monyet, ular dan lain-lain, serta menjadi tempat bertelur bagi beberapa jenis ikan maupun kepiting. Secara fungsional lainnya, keberadaan hutan bakau di daerah pesisir yang berdampingan langung dengan laut menjadi benteng alami bagi pengaruh abrasi air laut bahkan meredam dampak tsunami.

Hutan Bakau

hutan bakau terlihat dari udara yang menahan air dari laut menuju daratan

Sindikasikan konten