lingkungan

Buaya Sungai Hitam

Buaya sungai hitam tertangkap di kameraku, di sepanjang suangi Taman Nasional Tanjung Puting, setelah Camp Leakey, orang lokal di Kalimantan menyebutnya sungai hitam karena pekat refleksi warnanya menjadi gelap, tidak seperti sungai dari perjalanan sebelumnya berwarna cokelat. Namun warna hitam itu bukan karena ada lumpur atau polusi, namun saking jernihnya air yang ada hingga dasar tanah yang hitam, dan pantulan pepopohan yang menjulang bagai air sungai ini bagai sebuah cermin.
Saya pun tertarik ingin mandi dan renang, namun aku tidak direkomendasikan karena ada buaya yang lapar yang mana bisa mengendus darah manusia. Jadi saya hanya bisa menikmati keindahan suara alam, refleksi pepohononan sungai yang hitam pekat dan tenang dan menginap di sana di atas Klotok yang diparkir.    
Buaya ini tidak mudah muncul ketika manusia dan mesin boat melewatinya atau suara gaduh, dia akan berlalu dan menghilang ke dasar sungai. Dia bisa menangkap santapan orang utan, kelantan dan monyet lainnya yang lengah saat berada di pinggir sungai untuk menghilangkan dahaga. Begitulah sang predator menangkap mangsanya.
Buaya ini tubuhnya lancing dan mulutnya bagai laras pedang yang siap memotong dan mencabik sang mangsa.
 

Buaya Sungai Hitam

Buaya sungai hitam tertangkap di kameraku, di sepanjang suangi Taman Nasional Tanjung Puting, setelah Camp Leakey, orang lokal di Kalimantan menyebutnya sungai hitam karena pekat refleksi warnanya menjadi gelap, tidak seperti sungai dari perjalanan sebelumnya berwarna cokelat. Namun warna hitam itu bukan karena ada lumpur atau polusi, namun saking jernihnya air yang ada hingga dasar tanah yang hitam, dan pantulan pepopohan yang menjulang bagai air sungai ini bagai sebuah cermin.
Saya pun tertarik ingin mandi dan renang, namun aku tidak direkomendasikan karena ada buaya yang lapar yang mana bisa mengendus darah manusia. Jadi saya hanya bisa menikmati keindahan suara alam, refleksi pepohononan sungai yang hitam pekat dan tenang dan menginap di sana di atas Klotok yang diparkir.    
Buaya ini tidak mudah muncul ketika manusia dan mesin boat melewatinya atau suara gaduh, dia akan berlalu dan menghilang ke dasar sungai. Dia bisa menangkap santapan orang utan, kelantan dan monyet lainnya yang lengah saat berada di pinggir sungai untuk menghilangkan dahaga. Begitulah sang predator menangkap mangsanya.
Buaya ini tubuhnya lancing dan mulutnya bagai laras pedang yang siap memotong dan mencabik sang mangsa.
 

Gajah Nyelip..

Menjaga mereka tetap lestari di tengah ancaman perburuan...

Hutan Kita Dibelah..

Atas nama infrastruktur, hutan kerap dikorbankan. (Foto diambil saat pembangunan jalan yang menghubungkan Banda Aceh dan Calang, Aceh Jaya)

Kerakusan Manusia...Korbankan alam lingkungan

Foto yang menggambarkan penambangan liar pasir di Daerah Pasir Eurih Bogor, yang sangat meresahkan menyebabkan rusaknya alam dan lingkungan... sawah, sungai Ciapus mengering, mulai mengarah pada kawasan hutan....demi keserakahan alampun dikorbankan....

Sindikasikan konten