oksigen

Hutan Sumber Kehidupan

Hutan merupakan salah satu sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup, selain sebagai sumber air, penghasil oksigen, hutan juga berfungsi menyerap karbon dioksida dan dapat mencegah bencana banjir maupun longsor. Hutan Pinus di kawasan danau Segara Anak, gunung Rinjani, NTB.

silence of the forest

Satu pohon sangat berperan dalam pencegahan pencemaran udara

Sebagai pencegahan pencemaran udara, hutan mampu menangkal polutan gas ataupun butiran padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume udara mengandung polusi gas ozon sebesar 150 ppm gas ternyata 90%-nya terserap oleh tegakan hutan dalam waktu 8 jam. Kompleks industri yang mengeluarkan polutan belerang dioksida di Uni Rusia ternyata terkurangi dengan adanya jalur vegetasi kayu selebar 500 m yang mengelilingi kawasan industri tersebut. Tumbuhan berkayu ataupun pohon memang diandalkan dalam penyelamatan keadaan lingkungan, seperti tanah, air dan udara, walaupun peran pohon tersebut sebatas pada lingkungan yang belum akut.

Hutan Mampu Mencegah Terjadinya Kekeringan dan Kepanasan

Pemukiman yang makin bertambah padat, khususnya di lingkungan perkotaan, harus mengupayakan penanaman berbagai macam vegetasi. Peranan tumbuhan berkayu sebagai komponen ekosistem kota dapat bentuk bermacam-macam. Misalnya taman, jalur hijau, kebun, dan pekarangan. Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia karena menyerap CO2 dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk 02 meskipun persentasenya sangat kecil sekali. Cara lain adalah dengan jalan melestarikan hutan atau mengkonservasi vegetasi di muka bumi ini karena vegetasi mampu mengendalikan gas rumah kaca dengan jalan menyerap CO.2. Unsur CO.2 ini tidak hanya diserap oleh hutan, tetapi juga diserap oleh kehidupan dasar lautan yakni phvtoplankton. Unsur CO.2 apabila digambarkan dengan angka ternyata 23 miliar ton/tahun berasal dari bahan bakar fosil dan 5 miliar ton/tahun basil dari deforestasi (Sauer,1990). Unsur CO, umumnya sebagian besar atau sekitar 70% berasal dari negara-negara industri Barat dan Timur.

Jangan Berhenti Tanam Pohon

Dewasa ini isu pemanasan global menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi dampak perubahan lingkungan itu sudah dirasakan masyarakat luas di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, upaya perbaikan lingkungan, terutama melalui penanaman pohon, perlu terus dilakukan. Hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat, perusahaan, sekolah-sekolah untuk belajar mencintai alam sejak dini. Sebagai pihak yang turut andil dalam perubahan lingkungan, sudah banyak kalangan dunia usaha yang menjadikan  penanaman pohon sebagai salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR). Ya mari kita penanaman pohon sehingga nantinya bisa di rasakan manfaatnya oleh generasi penerus kita, ” jangan menunggu hutan gundul yah!"

Sindikasikan konten