sungai

Sungai Purba di Hutan Gersang

Setelah ditemukan, Sungai Purba di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kondisi sampai sekarang ini masih lestari. Walaupun berada di tengah hutan yang kondisinya telah gundul akibat penebangan liar. Sebab, masyarakat di sekitar hutan yang termasuk wilayah Administrasi Bojonegoro tersebut bisa menjaganya dari perusak. Setiap hari, banyak warga yang mendatangi lokasi tersebut, untuk menikmati indahnya batu kapur yang telah mengeras, dengan cekungan khas masa lalu. Harus tetap dijaga Sungai Purba tersebut, begitu juga hutan disekelilingnya. 

MENJEMPUT AIR RIMBA

Menjemput Air Rimba. Masyarakat Dusun Palasari Desa Ekasari Kec. Melaya yang selama ini mengalami krisis air bersih baik untuk kebutuhan rumah maupun pertanian apalagi pada musim kemarau seperti saat ini, akhirnya sesuai dengan kesepakatan musyawarah mufakat memutuskan untuk mencari sumber air di hulu sungai Sarikuning pada Kawasan Hutan Lindung di Desa Tukadaya Kec. Melaya. Dengan semangat gotong royong yang dipimpin oleh pimpinan umat Katolik, seorang Pastor mengawali prosesi pemasangan pipa ini dengan doa bersama. Dengan pemasangan pipa air ini yg panjangnya sekitar 7 km, diharapkan bisa menyelesaiakn permasalahan krisi air di desanya. memang Hutan untuk kesejahteraan masyarakat.

air kehidupan...

air yang baik hasil dari hutan yang baik juga... mari jaga hutan kita...

Hutan sumber air kehidupan...

Kadang kita tidak sadar bahwa hutan adalah sumber kehidupan manusia... dengan melestarikan hutan berarti menjaga tampungan air bersih kita sendiri... mari kita jaga hutan kita agar tetap hidup sejahtera...

Buaya Sungai Hitam

Buaya sungai hitam tertangkap di kameraku, di sepanjang suangi Taman Nasional Tanjung Puting, setelah Camp Leakey, orang lokal di Kalimantan menyebutnya sungai hitam karena pekat refleksi warnanya menjadi gelap, tidak seperti sungai dari perjalanan sebelumnya berwarna cokelat. Namun warna hitam itu bukan karena ada lumpur atau polusi, namun saking jernihnya air yang ada hingga dasar tanah yang hitam, dan pantulan pepopohan yang menjulang bagai air sungai ini bagai sebuah cermin.
Saya pun tertarik ingin mandi dan renang, namun aku tidak direkomendasikan karena ada buaya yang lapar yang mana bisa mengendus darah manusia. Jadi saya hanya bisa menikmati keindahan suara alam, refleksi pepohononan sungai yang hitam pekat dan tenang dan menginap di sana di atas Klotok yang diparkir.    
Buaya ini tidak mudah muncul ketika manusia dan mesin boat melewatinya atau suara gaduh, dia akan berlalu dan menghilang ke dasar sungai. Dia bisa menangkap santapan orang utan, kelantan dan monyet lainnya yang lengah saat berada di pinggir sungai untuk menghilangkan dahaga. Begitulah sang predator menangkap mangsanya.
Buaya ini tubuhnya lancing dan mulutnya bagai laras pedang yang siap memotong dan mencabik sang mangsa.
 

Sindikasikan konten